Anda Malas Bangun Pagi? Ketahui Berbagai Manfaatnya

Tidur lebih awal dan bangun lebih pagi sangat dianjurkan untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Sayangnya, banyak orang yang lebih memilih begadang hingga tengah malam dan bangun pada siang hari. Padahal kebiasaan buruk tersebut akan membuat tubuh lemah, lesu, dan tidak bersemangat. Bangun pada pagi hari, sebelum matahari terbit atau saat matahari terbit memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

Manfaat Bangun Pagi

Ada banyak manfaat yang dapat kita rasakan ketika kita bangun sebelum atau saat matahari terbit. Apa saja manfaatnya?

  1. Mendapat pasokan udara bersih

Udara pagi hari belum tercemar dengan polusi yang berasal dari asap kendaraan sehingga masih sangat bersih dan segar. Hal ini tentunya sangat bermanfaat untuk kesehatan paru-paru kita. Selian itu, aliran darah di dalam tubuh kita juga akan menjadi lancar karena udara bersih yang kita hirup.

  1. Mendapat asupan vitamin D

Sinar matahari pagi sangat bermanfaat untuk kesehatan kulit dan tulang kita. Kulit akan terhindar dari penyakit kanker kulit dan penyakit kuning karena kandungan vitamin D pada sinar matahari pagi melindungi kulit kita. Selain itu, kandungan vitamin D juga dapat memperkuat tulang sehingga terhindar dari penyakit osteoporosis.

  1. Kekebalan tubuh meningkat

Orang yang lebih suka bangun pagi akan memiliki sistem kekebalan tubuh lebih tinggi daripada mereka yang malas bangun pagi. Hal ini dikarenakan udara segar dan bersih yang tersedia ketika pagi hari.

  1. Kerja otak menjadi maksimal

Aliran darah yang lancar dan membawa oksigen bersih dan segar akan mengalir ke seluruh tubuh, termasuk otak. Hal ini akan membuat otak dapat bekerja secara maksimal karena oksigen berkualitas yang kita hidup pada pagi hari.

  1. Mendapat ketenangan jiwa

Pagi hari merupakan waktu yang sangat tepat untuk menenangkan pikiran. Udara bersih dan segar, serta sunyinya lingkungan sekitar karena aktivitas belum dimulai, akan membuat tubuh dan pikiran kita menjadi rileks. Selain itu, bangun pagi juga berpengaruh pada produksi hormon serotonin yang dapat menimbulkan efek bahagia.