Kesejahteraan Rakyat Kerajaan Sunda

Salah satu kerajaan yang ada di Indonesia dan tercatat sebagai salah satu kerajaan besar adalah kerajaan Sunda. Kerajaan Sunda ini memiliki cerita sejarah yang sangat menarik, dari awal mulanya dibentuknya kerajaan ini hingga pergantian raja yang silih berganti. Dari cerita sejarah kerajaan Sunda ini menjelaskan mengenai masa keruntuhan dan masa kejayaan pada setiap masa pemerintahan. Dan setiap kekuasaan pemerintahan memberikan perlakuan yang berbeda-beda kepada rakyat. Hal ini menyebabkan masa pemerintahan kerajaan Sunda menjadi sangat unik dalam sejarah.

Kesejahteraan Kerajaan Sunda Bidang Ekonomi dan Sosial

Namun pada dasarnya, ketika raja-raja Sunda ini berkuasa, mereka cukup memperhatikan berbagai aspek yang terkait dengan kesejahteraan rakyat mereka. Yang paling ditonjolkan dalam hal ini adalah aspek ekonomi dan sosial rakyat Kerajaan Sunda. Dalam sektor ekonomi, kerajaan Sunda ini cukup sejahtera. Hal ini salah satunya bisa dilihat dari sisi perdagangan yang dilakukan. Kerajaan Sunda menjalin hubungan dagang dengan bangsa lainnya, dan hal ini berjalan dengan baik. Wilayah kerajaan Sunda yang berada di pedalaman sama sekali tidak menghalangi strategi perdagangan yang dilakukan.

Kerajaan Sunda ini mempunyai banyak pelabuhan yang sangat penting dan banyak disinggahi oleh berbagai bangsa, misalnya adalah pelabuhan Cigede, Banten, Tamgara, Pintang, Cimanuk, dan Sunda Kelapa. Menurut sejarah kerajaan Sunda ini, di beberapa kota tersebut dibuka perdagangan buah, beras, lada, sayur, dan hewan peliharaan. Namun nyatanya ekonomi tidak hanya dari segi perdagangan saja, tetapi juga dari segi pertanian. Ada banyak sekali pertanian yang dilakukan oleh rakyat kerajaan Sunda. Dan cara yang paling banyak dilakukan adalah sengan berhuma atau berladang.

Pada dasarnya, kegiatan berladang ini tidak hanya dilakukan di satu tempat, melainkan berpindah-pindah. Dan nyatanya, ini adalah salah satu adat dan tradisi sosial yang sangat dijunjung tinggi oleh seluruh rakyat kerajaan Sunda. Hal ini dibuktikan dengan jelas dengan perpindahan pusat pemerintahan kerajaan. Dengan demikian, maka tidaklah heran jika kerajaan ini tidak meninggalkan berbagai peninggalan yang bersifat permanen seperti halnya keraton dan candi.

Salah satu candi peninggalan yang menceritakan adanya sejarah kerajaan Sunda ini adalah candi Cangkuang. Candi ini ditemukan ketika tahun 1966 dengan susunan arsitektur yang bercorak Siwaistis. Memang keterkaitan antara kerajaan Sunda dengan candi ini tidak begitu jelas. Akan tetapi, karena candi tersebut ada di wilayah kerajaan Sunda, bisa diperkirakan bahwa rakyat Sunda banyak dipengaruhi Hindu dibandingkan dengan Budha.