Penggunaan Bukti Transaksi: Nota, Faktur Dan Kwitansi

Ada banyak jenis bukti transaksi dengan masing-masing fungsinya. Jenis bukti transaksi yang paling sering Anda dapatkan adalah struk belanja yang bisa disebut sebagai nota karena ia mencantumkan barang yang Anda beli beserta jumlah serta total. Pernahkah Anda berpikir untuk mendapatkan kwitansi saat berbelanja di minimarket? Tentu tidak bukan? Karena memang bukan disitu kegunaannya.

Waktu Dan Tempat Penggunaan Bukti Transaksi Berbeda-Beda

Meskipun sama-sama bukti transaksi, namun tidak semuanya dapat dilakukan dengan menggunakan satu jenis bukti transaksi seperti pada contoh di awal. Seseorang yang berbelanja di minimarket pasti akan mendapatkan bukti transaksi berupa struk.

Penggunaan Nota Sebagai Bukti Transaksi Barang Atau Jasa Bernilai Kecil Hingga Sedang

Setiap bulan Anda pasti harus pergi berbelanja untuk memenuhi kebutuhan bulanan Anda. Beberapa dari Anda pasti pernah mengalami kejadian dimana harga barang yang tercantum di rak berbeda dengan yang ada di struk. Yang akan Anda lakukan setelah itu pasti kembali ke kasir toko tersebut untuk komplain dengan membawa struk tersebut.

Ciri-ciri struk atau nota bisa dikenali dengan mudah karena mencantumkan beberapa jumlah barang, harga serta total keseluruhan. Selain untuk barang-barang belanjaan, nota juga digunakan untuk transaksi jasa seperti perawatan wajah, perawatan rambut, kursus dll.

Penggunaan Faktur Untuk Transaksi Bernilai Besar

Faktur biasanya digunakan untuk transaksi antar perusahaan, namun dewasa ini faktur digunakan dalam transaksi online, dimana pembeli mendapatkan faktur proforma yang menyatakan lunas pembayaran namun barang belum diterima. Bentuk faktur hampir sama dengan nota, hanya saja ia memiliki detail seperti catatan tambahan di bawahnya.

Penggunaan Kwitansi Untuk Transaksi Sebuah Jasa Atau Sebuah Barang Bernilai Tinggi

Meskipun pembayaran bisa berjumlah sama, tetapi tidak semuanya bisa menggunakan bukti pembayaran. Misalnya, seseorang berbelanja tas, sepatu dan baju dengan total Rp.900.000 dan seseorang lainnya membayar uang kontrakan dengan nilai yang sama, diantara keduanya yang mendapatkan bukti pembayaran adalah orang kedua karena pembayaran dilakukan untuk sebuah jasa yang membutuhkan bukti di setiap pembayarannya. Kwitansi hanya diperuntukkan kepada pembayaran sebuah jasa atau sebuah barang karenanya ia tidak bisa digunakan secara sembarangan.